News
Realisasi Anggaran DBHCHT DKPP Sumenep Baru 3,09 Persen, Rp2,91 Miliar Belum Terserap hingga September 2026
Serapan DBHCHT DKPP Sumenep baru capai Rp92,7 juta atau 3,09 persen dari pagu Rp3 miliar. Bantuan benih hingga alsintan petani tembakau tersendat.
MADURA FM - Realisasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep tercatat masih sangat minim hingga memasuki triwulan kedua tahun 2026.
Dari pagu anggaran sebesar Rp3 miliar yang telah dialokasikan, DKPP baru berhasil merealisasikan sekitar Rp92,7 juta, atau setara 3,09 persen saja. Artinya, masih ada sisa anggaran sekitar Rp2,91 miliar yang belum terserap hingga tahun anggaran memasuki paruh kedua.
Anggaran tersebut sejatinya diperuntukkan bagi sejumlah program prioritas, di antaranya penyaluran bantuan benih, pengadaan alat dan mesin pertanian, serta bantuan tunai bagi buruh pabrik rokok dan petani tembakau.
Minimnya serapan ini menjadi sorotan mengingat dana yang bersumber dari cukai hasil tembakau tersebut memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan petani/buruh tembakau di Sumenep namun realisasinya justru jauh tertinggal dari target.
Menanggapi hal ini, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa program-program yang bersumber dari DBHCHT sebenarnya tetap berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa setiap kegiatan memiliki tahapan dan persyaratan administratif tersendiri sebelum anggaran bisa benar-benar dicairkan, sehingga proses realisasi tidak bisa instan.
"Untuk kegiatan DBHCHT tetap kami laksanakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang ada," ujarnya.
Chainur juga menyampaikan bahwa data yang tercatat saat ini merupakan capaian hingga bulan Juni, sementara pembaruan laporan bulan-bulan berikutnya belum sepenuhnya masuk. Ia optimistis progres realisasi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
"Itu kan triwulan kedua atau per-Juni, progres terus berjalan, cuma bulan ini belum update laporannya, Insyaallah akan kami maksimalkan realisasinya," katanya.
Ia menambahkan, laporan resmi triwulan ketiga yang akan dirilis pada akhir September mendatang diperkirakan akan menunjukkan angka realisasi yang berbeda dan lebih tinggi dari capaian saat ini.
Sumber: diolah dari kabarmadura.id