Kembali

News

Antrean Panjang Kendaraan Hiasi Sejumlah SPBU Akibat Penurunan Volume Pengiriman BBM di Pamekasan

Admin Madura FM 20 Oct 2026 - 2 menit baca
Antrean Panjang Kendaraan Hiasi Sejumlah SPBU Akibat Penurunan Volume Pengiriman BBM di Pamekasan
Artikel pilihan redaksi On Air
News Madura FM 102.1

Kelangkaan dan keterlambatan pengiriman BBM sebabkan antrean panjang di SPBU Pamekasan. Pemerintah daerah dan Pertamina beberkan alasan utamanya.

MADURA - FM Antrean kendaraan terlihat memanjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Pamekasan belakangan ini. Kondisi tersebut terjadi akibat keterlambatan pengiriman dan berkurangnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang diterima oleh sejumlah SPBU.

Penyebab antrean kendaraan tersebut dijelaskan oleh Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, Sri Puji Harijani. Menurut keterangannya, keterlambatan pengiriman dan berkurangnya jumlah pasokan BBM menjadi faktor yang memengaruhi kondisi di sejumlah SPBU. Ia menyebutkan bahwa pasokan yang biasanya dikirim sebanyak dua tangki kini hanya satu tangki.

"Sementara antrean karena keterlambatan pengiriman, dan yang dikirim juga kurang. Pasokan yang biasanya dua tangki, hanya dikirim satu tangki," ungkap Sri Puji, dikutip dari Kabar Madura, Senin (19/10/2026).

Guna menelusuri dasar pengurangan tersebut, komunikasi intensif terus dijalin oleh pemerintah daerah dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga. Berdasarkan peninjauan langsung yang dilakukan ke beberapa titik SPBU, pengelola stasiun pengisian pun mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan di balik merosotnya volume pengiriman harian tersebut. Pihak pemkab sejauh ini hanya dapat mengimbau pengelola SPBU agar mendistribusikan sisa stok secara bijak serta sesuai regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, tanggapan senada disampaikan oleh Moh. Faridi selaku perwakilan dari Komisi II DPRD Pamekasan. Dirinya menyebutkan bahwa pihaknya telah menemui secara langsung pihak PT Pertamina Patra Niaga selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang kendali distribusi energi di Pulau Madura.

Menurut Faridi, perubahan kuota dan jumlah pengiriman BBM merupakan bagian dari kebijakan serta instruksi pemerintah pusat dalam mengelola ketersediaan BBM secara nasional. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengiriman yang diterima suatu wilayah mengikuti pengaturan alokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Faridi juga menyampaikan bahwa kondisi pasokan energi tidak terlepas dari dinamika yang terjadi di tingkat global maupun nasional. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Ia menegaskan bahwa koordinasi di tingkat daerah akan terus dilakukan untuk mencari solusi terkait kuota dan pengiriman BBM. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan pasokan yang terjadi sehingga distribusi BBM di wilayah Pamekasan dapat berlangsung lebih lancar.

Masyarakat diharapkan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat terus mengupayakan langkah yang tepat untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.

Sumber: diolah dari kabarmadura.id