Kembali

News

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Korban Dibakar hingga Digiling

Admin Madura FM 27 Oct 2026 - 4 menit baca
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Korban Dibakar hingga Digiling
Artikel pilihan redaksi On Air
News Madura FM 102.1

Polisi mengungkap kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun. Keduanya sempat dilaporkan hilang, Dwi Bagus diduga menjadi pelaku.

MADURA - FM Kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya alias Gafa (4), di Madiun, Jawa Timur, terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas hilangnya kedua korban. Dwi Bagus, suami siri Dini sekaligus ayah tiri Gafa, diduga menjadi pelaku dalam kasus tersebut.

Dilansir dari detikNews, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy H M Sihombing, menjelaskan bahwa jasad kedua korban dibakar dan dimasukkan ke mesin penggiling daging. Setelah itu, jasad kembali dibakar sebelum rencananya dibuang ke laut.

"Setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut," tutur Roy di Mapolda Jatim, Senin (26/10/2026).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa Dini diduga dicekik hingga meninggal dunia di sebuah hotel di Madiun. Sementara itu, Gafa yang masih berusia empat tahun diduga dibunuh di lokasi berbeda, yakni di dalam mobil.

"Dibunuh dengan cara mencekik, dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama tapi beda tempat di dalam mobil," ungkap Jumhur.

Penyidik juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi untuk mendalami kasus tersebut. Lokasi yang diperiksa di antaranya rumah Dwi di Jalan Kunir dan kediaman orang tuanya di Jalan Dhoho.

1. Dini Dikenal Baik oleh Keluarga dan Tetangga

Di balik terungkapnya kasus tersebut, Dini dikenal sebagai sosok yang baik oleh keluarga maupun warga di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kepergian Dini bersama anaknya meninggalkan duka bagi keluarga yang sebelumnya sempat mencari keberadaan keduanya.

Kakak kandung Dini, Rika (42), menggambarkan adiknya sebagai pribadi yang sederhana dan tidak banyak menimbulkan masalah. Ia menyebut Dini juga mendapat kasih sayang dari keluarganya.

"Dia mah orangnya baik, nggak neko-neko orangnya. Keluarga juga sayang sama dia," kata Rika saat ditemui di rumah duka di Puncak, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (26/10/2026).

Penilaian serupa disampaikan Sutisna, ketua RT setempat. Menurutnya, Dini merupakan warga yang aktif dan bersedia terlibat dalam berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya.

"Kalau dibilang nggak neko-neko mah bener, orangnya memang baik. Kalau ada kegiatan apa-apa nih, dia mah nggak pernah lewat pasti ikut partisipasilah intinya, kasih dukungan uang atau apa," ujar Sutisna saat ditemui di kediaman Dini.

Sutisna mengaku tidak menyangka Dini dan anaknya yang semula dikabarkan hilang ternyata menjadi korban pembunuhan. Ia juga menyebut tidak mengenal Dwi Bagus dan belum pernah bertemu dengannya selama Dwi menjalani pernikahan siri dengan Dini.

"Ya nggak nyangka juga, kan awalnya dikirain hilang sampai dilaporin ke polisi. Ternyata kan pelakunya suaminya itu. Nah kalau suaminya memang kita nggak kenal, nggak pernah ketemu juga selama nikah sama Dini itu," kata Sutisna.

2. Sempat Dilaporkan Hilang oleh Keluarga

Sebelum kasus pembunuhan itu terungkap, Dini dan Gafa terlebih dahulu dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada 20 September. Keluarga kehilangan kontak dengan keduanya setelah Dini menghubungi kerabatnya untuk menyampaikan rencana merayakan ulang tahun Gafa.

Rika mengatakan, dalam komunikasi terakhir tersebut, Dini memberi tahu keluarga bahwa dirinya hendak menginap di hotel bersama anaknya. Setelah itu, keluarga tidak lagi menerima kabar dari Dini.

"Tanggal 20 (September) komunikasi terakhir, nelepon keluarga, bilang mau rayain ulang tahun anaknya, terus nginep dulu di hotel. Ya habis di hotel itu nggak ada kontak lagi, ke suaminya juga," ungkap Rika saat ditemui di rumahnya di kawasan Puncak, Megamendung, Bogor, Senin (26/10/2026).

Karena tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan Dini dan Gafa, keluarga kemudian melaporkan hilangnya kedua korban kepada pihak kepolisian di Madiun. Rika menyebut Dwi Bagus juga sempat ikut bersama keluarga ketika laporan orang hilang dibuat.

"Iya sempat dilaporkan hilang. Iya (pelaku ikut buat laporan polisi)," kata Rika.

Ketua RW setempat, Hudri, turut menjelaskan bahwa Dwi dan Mia, adik kandung Dini, mendatangi Polres Madiun untuk melaporkan hilangnya kedua korban. Mia sebelumnya pergi ke Madiun untuk mencari kakak dan keponakannya yang tidak kunjung memberikan kabar.

"Jadi suaminya itu, si pelaku maksudnya ikut lapor bareng sama Mba Mia ke polisi Madiun, Mia ini yang pergi ke Jawa (Madiun) buat cari-cari kakaknya, karena nggak ada kabar kan setelah tanggal 20 itu. Mia datang ke sana, terus ajak suaminya Dini melapor ke Polres Madiun sana," kata Hudri, yang mendampingi Rika saat berbincang dengan detikcom.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Dini dan Gafa. Dwi Bagus telah ditangkap terkait kasus tersebut.

Sumber diolah dari detikNews, 27 Oktober 2026