Kembali

News

Jalan Jamaluddin kabupaten Sampang Jadi Sasaran Pembenahan Drainase, Pengendara Diminta Waspada

Admin Madura FM 29 Oct 2026 - 3 menit baca
Jalan Jamaluddin kabupaten Sampang Jadi Sasaran Pembenahan Drainase, Pengendara Diminta Waspada
Artikel pilihan redaksi On Air
News Madura FM 102.1

PUPR Sampang merekonstruksi drainase Jalan Jamaluddin untuk mengantisipasi banjir dan mengurangi genangan. Pengendara diimbau berhati-hati selama pekerjaan berlangsung.

MADURA - FM Persoalan genangan air yang berulang kali terjadi di Jalan Jamaluddin, Kabupaten Sampang, mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat melakukan pembenahan saluran drainase. Rekonstruksi tersebut menjadi bagian dari program kerja tahun anggaran 2026 untuk mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan.

Penanganan dilakukan pada ruas jalan yang membentang dari sekitar Toko Dewi Bread House hingga persimpangan Jalan Imam Ghozali dan Jalan Kramat. Kawasan itu menjadi salah satu lokasi yang kerap mengalami genangan setelah hujan, sehingga membutuhkan perbaikan sistem pembuangan air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Sampang, Siti Muathifah, mengungkapkan bahwa kondisi drainase yang kurang optimal menjadi salah satu faktor penyebab munculnya genangan di kawasan tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Atik itu menjelaskan, pendangkalan saluran serta terputusnya jalur aliran menuju saluran pembuangan primer di Jalan Imam Ghozali menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan baik. Saluran primer tersebut merupakan bagian dari jaringan drainase yang terhubung dengan Sungai Kamoning.

Atik menyampaikan bahwa rekonstruksi diperlukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi potensi banjir, terutama ketika hujan kembali mengguyur wilayah Sampang.

“Sebagai salah satu upaya mitigasi bencana banjir, kami melaksanakan rekonstruksi saluran drainase. Salah satu lokasinya di ruas Jalan Jamaluddin yang selama ini kerap mengalami genangan setiap selesai hujan,” tuturnya.

Pembenahan di Jalan Jamaluddin dinilai penting karena ruas tersebut menunjang aktivitas masyarakat setiap hari. Arus kendaraan cenderung meningkat pada waktu keberangkatan dan kepulangan sekolah maupun selama jam kerja.

Selain menjadi jalur menuju lembaga pendidikan Sabilillah, jalan tersebut juga digunakan siswa yang berasal dari kawasan Kelurahan Gunung Sekar, Karang Dalem, dan wilayah sekitarnya. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di bagian selatan Sampang turut memanfaatkan jalur itu untuk mencapai kantor pemerintahan dan pusat pelayanan publik.

Apabila genangan kembali terjadi, mobilitas kendaraan dan kegiatan warga berisiko terganggu. Karena itu, perbaikan saluran diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air sekaligus mendukung kenyamanan pengguna jalan saat intensitas hujan meningkat.

Untuk meningkatkan kapasitas dan fungsi saluran, PUPR Sampang mengganti konstruksi drainase lama berbahan pasangan batu dengan beton pracetak berbentuk U atau U-ditch. Pemasangan dilakukan di sepanjang sisi timur Jalan Jamaluddin, dari depan Toko Dewi Bread House sampai perempatan yang mempertemukan Jalan Imam Ghozali, Jalan Jamaluddin, dan Jalan Kramat.

Pekerjaan tidak hanya berfokus pada saluran di tepi jalan. PUPR juga membangun cross drainage, yakni saluran yang melintasi badan jalan, menggunakan box culvert dari beton pracetak. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan aliran drainase agar air dapat diteruskan ke saluran pembuangan secara lebih optimal.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem drainase agar aliran air dapat terhubung dengan saluran pembuangan secara lebih optimal,” terangnya.

Meski ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur, proses pengerjaan turut memerlukan perhatian dari para pengguna jalan. Aktivitas konstruksi, khususnya pemasangan box culvert pada titik cross drainage di Jalan Imam Ghozali, berpengaruh terhadap kelancaran kendaraan karena pekerjaan dilakukan dengan menggali bagian melintang jalan.

Atik menjelaskan bahwa struktur box culvert yang telah terpasang masih menunggu pengecoran beton pada bagian atas atau over topping. Lapisan tersebut berfungsi sebagai pelindung konstruksi di bawahnya.

Sebelum tahapan itu diselesaikan, pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan ketika mendekati lokasi pekerjaan. Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada pengemudi kendaraan besar dan bus antarkota agar lebih berhati-hati saat melintas.

“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan, terutama bus antarkota, agar mengurangi kecepatan ketika sampai di titik tersebut. Sebab, box culvert yang terpasang sementara belum dilakukan pengecoran lapisan atas sebagai pelindung konstruksi di bawahnya,”

Sumber: diolah dari kabarmadura.id, 29 Oktober 2026