News
SOMA Vol II Jadi Ruang Kolaborasi Mahasiswa Unija Angkat Seni dan Budaya Madura
Program Studi DKV Universitas Wiraraja menggelar The Spectrum of Madurese Arts (SOMA) Vol II sebagai wadah kolaborasi mahasiswa untuk mengangkat seni dan budaya Madura. Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Juli 2026 ini menampilkan pameran karya, penyusunan e-book keris Sumenep, pemberdayaan UMKM, dan seminar nasional sebagai implementasi pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat serta penguatan ekonomi kreatif daerah.
Program Studi DKV Universitas Wiraraja menggelar The Spectrum of Madurese Arts (SOMA) Vol II sebagai wadah kolaborasi mahasiswa untuk mengangkat seni dan budaya Madura. Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Juli 2026 ini menampilkan pameran karya, penyusunan e-book keris Sumenep, pemberdayaan UMKM, dan seminar nasional sebagai implementasi pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat serta penguatan ekonomi kreatif daerah.
SOMA Vol II Jadi Ruang Kolaborasi Mahasiswa Unija Angkat Seni dan Budaya Madura
MADURA FM – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Wiraraja (Unija) kembali menghadirkan The Spectrum of Madurese Arts (SOMA) Vol II sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik, seni, dan budaya lokal. Kegiatan yang dibuka di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (17/7/2026), itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Madura melalui karya kreatif mahasiswa yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya.
Prosesi pembukaan SOMA Vol II diawali dengan pemutaran video perjalanan kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai DKV Street Art sejak tahun 2022 hingga bertransformasi menjadi SOMA. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Codhi' dari Sanggar Cemara sebelum memasuki seremoni pembukaan resmi.
Berbeda dari pameran seni pada umumnya, SOMA Vol II tidak hanya menampilkan hasil karya visual, tetapi juga menjadi luaran proses pembelajaran yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Sejak April 2026, serangkaian SOMA Vol II telah diselenggarakan, mulai dari SOMA Creative Roadshow dengan mengadakan pelatihan kreatif di beberapa sekolah, penyusunan e-book tentang keris Sumenep, pameran kolaborasi dalam acara penjamasan pusaka di Desa Aeng Tong-Tong, mini exhibition bersama Sanggar Cemara, hingga seminar nasional bertema ekonomi kreatif dan pariwisata.
Ketua Program Studi DKV Universitas Wiraraja, Anis Kurli, S.I.Kom., M.Med.Kom., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memberikan manfaat dan berdampak bagi masyarakat.
“SOMA merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah kami laksanakan sejak April. Diawali dengan pameran karya mahasiswa, pemberdayaan UMKM, penyusunan e-book tentang keris Madura, dan nantinya akan ditutup dengan seminar nasional. Seluruh rangkaian ini menjadi bentuk implementasi proses akademik yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Anis menjelaskan, salah satu karya yang menjadi perhatian pada pameran tahun ini adalah e-book tentang keris Sumenep yang disusun oleh mahasiswa angkatan 2025. Menurutnya, karya tersebut menjadi bentuk dokumentasi sekaligus media edukasi untuk memperkenalkan salah satu warisan budaya Madura kepada masyarakat luas.
Wakil Rektor I Universitas Wiraraja, Dr. Mujib Hannan, menegaskan bahwa SOMA merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis luaran yang selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa saat ini dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.
“Kami berharap SOMA menjadi kegiatan yang berkelanjutan dengan cita-cita memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumenep. Ini merupakan rangkaian proses akademik mahasiswa yang sejalan dengan capaian pembelajaran sesuai Permendikti, yakni mahasiswa harus menguasai teknologi dan keterampilan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, komunitas seni, media partner, hingga sponsor yang mendukung penyelenggaraan acara.
Dr. Mujib berharap SOMA dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi muda kreatif sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya.
“Mari jadikan SOMA sebagai gerakan anak muda Madura untuk bangga berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat Sumenep,” pungkasnya.