Tips & Trick
Produk Pertanian Lokal Sumenep Tembus Ekspor di Era Cak Fauzi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di era kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo atau Cak Fauzi membuktikan keseriusannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program dan pendampingan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di era kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo atau Cak Fauzi membuktikan keseriusannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program dan pendampingan.
Untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut, Pemkab Sumenep juga mendorong produk-produk pertanian lokal memasuki atau merambah dunia baru, yakni pasar global.
Memulai itu, maka pada tahun 2021, pemerintah mulai menggenjot produktivitas bawang merah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menfasilitasi pengolahan bawang goreng di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru.
Melalui infrastruktur yang disediakan, pada tahun berikutnya, produktivitas bawang merah di Desa Mandala mengalami kenaikan cukup signifikan. Data BPS 2022 mencatat produksi bawang merah Kabupaten Sumenep sebesar 11.553 ton dari luas panen 1.586 hektar.
Bahkan, melalui badan usaha Permata Indah Rubaru (PIR), bawang goreng yang diolah dinilai telah berkualitas, karena menerapkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), sehingga terbuka potensi untuk diekspor ke kancah global.
Pada tahun 2023, melalui berbagai tahapan yang ketat. Akhirnya, salah satu produk pertanian unggulan khas Sumenep, bawang goreng, dilepas ekspor ke negeri Kincir Angin Belanda.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kabupaten Sumenep, bawang goreng produk kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Pertama Indah Rubaru (PIR) menjalin kontrak mencapai 400 ribu US dolar dengan PT Ben Helen Trading Belanda dalam jangka waktu lima tahun dari tahun 2023 hingga tahun 2028.