Kembali

Kuliner

Dijamin Bikin Nagih! 5 Makanan Khas Sumenep Yang Wajib Dicoba

Ada 5 kuliner khas Sumenep: Cake, Masak Pae, Kaldu Kokot, Pentol Gapek, dan Campor. Rasanya yang kuat akan rempah dan wajib dicoba saat berkunjung ke sana.

Admin Madura FM 08 Jun 2026 - 4 menit baca
Dijamin Bikin Nagih! 5 Makanan Khas Sumenep Yang Wajib Dicoba
Artikel pilihan redaksi On Air
Kuliner Madura FM 102.1

Ada 5 kuliner khas Sumenep: Cake, Masak Pae, Kaldu Kokot, Pentol Gapek, dan Campor. Rasanya yang kuat akan rempah dan wajib dicoba saat berkunjung ke sana.

Selain dikenal sebagai Kota Keris, Sumenep juga punya daya tarik lain yang nggak kalah kuat, yaitu soal kuliner. Daerah yang di ujung timur Madura ini bukan cuma kaya budaya dan sejarah, tapi juga kaya rasa. Rasanya yang cenderung kuat dengan bumbu yang terasa jelas rempahnya dan setiap hidangannya punya cerita sendiri. Ada yang identik dengan acara pernikahan, ada juga yang justru dikenal sebagai jajanan harian.

Kalau kamu pengen mengenal Sumenep dari sisi kulinernya, berikut ini 5 menu yang wajib banget masuk daftar incaranmu.

1. Cake Khas Sumenep

Jangan salah paham dulu sama namanya. Cake di Sumenep bukan kue manis, tetapi hidangan berkuah kental yang tampilannya sekilas mirip capcay. Bedanya ada pada warna kuah yang lebih pekat dan rasa rempah yang jauh lebih terasa.

Isiannya cukup lengkap. Ada sayuran, sosis, lidah sapi, udang, daging, sampai jeroan ayam. Di atasnya biasanya diberi taburan kentang goreng iris tipis yang bikin teksturnya makin menarik saat dinikmati.

Cake sering hadir sebagai menu pembuka di acara pernikahan adat. Jadi kalau kamu datang ke hajatan orang Sumenep, besar kemungkinan hidangan ini akan jadi sajian pertama sebelum nasi dihidangkan.

2. Masak Pae

Selain cake, masak pae juga merupakan salah satu makanan khas sumenep dengan cita rasa yang hampir sama. Masak pae disebut sebagai pie khas Madura versi lokal. Bahan utamanya kentang yang diolah bersama kuah kental berbumbu.

Di dalamnya ada campuran sayuran, kacang polong dan potongan daging yang membuat rasanya semakin kaya. Hidangan ini juga identik dengan acara pernikahan, sama seperti cake. Biasanya tuan rumah memilih salah satu sesuai selera keluarga.

Sekarang masak pae sudah lebih mudah ditemukan di beberapa rumah makan, jadi kamu nggak perlu nunggu momen hajatan untuk mencobanya.

3. Kaldu Kokot

Buat pecinta makanan berkuah, kaldu kokot wajib dicoba. Hidangan ini menggunakan kokot atau kikil sapi yang dimasak bersama kuah kacang hijau berbumbu rempah. Perpaduannya mungkin terdengar unik, tapi justru di situlah daya tariknya.

Tekstur kikil yang kenyal bertemu dengan lembutnya kacang hijau menciptakan sensasi makan yang berbeda dari soto atau rawon. Biasanya disajikan dengan lontong atau nasi hangat supaya makin mengenyangkan.

Aroma rempahnya cukup kuat dan cocok dinikmati saat cuaca sedang dingin atau ketika kamu ingin makan berat yang berkuah.

4. Pentol Gapek

Kalau yang satu ini lebih merakyat dan gampang ditemui. Pentol gapek berasal dari Kecamatan Ambunten dan jadi jajanan favorit banyak orang di Sumenep. Harganya pun ramah di kantong.

Ada versi kering dan versi basah. Pentol gapek kering dibuat dari pentol ikan yang dikeringkan terlebih dahulu. Sementara yang basah langsung dipipihkan menggunakan alat khusus tanpa proses pengeringan. Biasanya disajikan dengan sambal lendat berbahan tepung kanji yang kental dan pedas gurih. Sederhana, tapi bikin nagih.

5. Campor

Campor cocok buat kamu yang suka menu campur dalam satu mangkuk. Isinya lontong, bihun, potongan daging, bawang goreng, lalu disiram kuah santan gurih dan tambahan bumbu kacang.

Hidangan ini memang sekilas mirip soto Madura. Perbedaannya terletak pada penggunaan santan. Soto madura umumnya tidak menggunakan santan, sedangkan campor memakai kuah santan yang membuat rasanya lebih gurih dan terasa lebih kental. Nama campor sendiri diambil dari kata campur karena terbuat dari berbagai bahan yang disatukan dalam satu hidangan.

Menu ini sangat nyaman dinikmati saat sarapan maupun makan siang. Porsinya pas dan rasanya bikin nagih.

Kuliner khas Sumenep itu bukan cuma soal enak atau tidak. Di balik setiap hidangan, ada kebiasaan yang sudah lama dijaga dan terus diteruskan sampai sekarang. Beberapa makanan bahkan selalu hadir di acara penting seperti pernikahan karena sudah jadi bagian dari tradisi masyarakatnya.

Kalau kamu main ke Sumenep, rasanya kurang lengkap kalau cuma datang ke tempat wisatanya saja. Coba sempatkan buat mencicipi makanan khasnya langsung di tempat asalnya. Dari situ kamu bisa lebih paham karakter daerah ini, karena kadang cerita sebuah kota justru terasa paling jelas lewat makanannya.