Lifestyle
Apa Itu Cyber bullying? Tanpa Disadari Kamu Bisa Jadi Pelaku
Cyber bullying adalah perundungan digital seperti komentar kasar, mengucilkan, atau menyebarkan rahasia. Banyak pelaku tidak sadar karena menganggap hanya bercanda, padahal dampaknya serius bagi korban.
Cyber bullying adalah perundungan digital seperti komentar kasar, mengucilkan, atau menyebarkan rahasia. Banyak pelaku tidak sadar karena menganggap hanya bercanda, padahal dampaknya serius bagi korban.
Pernah nggak sih kamu nulis komentar pedes di media sosial cuma karena lagi kesel atau terbawa suasana? Atau mungkin kamu pernah kirim foto temen ke grup WhatsApp buat bahan candaan?
Sekilas keliatannya biasa saja. Di internet, bercanda memang terasa lebih bebas. Tapi tanpa sadar, kadang kita sudah melewati batas. Hal yang menurut kita lucu bisa jadi malah bikin orang lain malu atau sakit hati.
Masalahnya, di balik layar ponsel kita nggak bisa melihat langsung reaksi orang yang jadi sasaran. Akibatnya banyak orang tidak sadar kalau tindakan kecil di internet sebenarnya sudah termasuk cyber bullying.
Apa Itu Cyber bullying?
Cyber bullying adalah perundungan yang terjadi di dunia digital, misalnya lewat media sosial, chat, forum online atau platform internet lainnya.
Bentuknya bisa macam-macam. Mulai dari komentar menghina, menyebarkan rumor, mempermalukan seseorang di internet, sampai mengirim pesan yang mengintimidasi.
Cyber bullying bisa memberikan dampak psikologis yang serius bagi korban, seperti rasa malu, stres, kecemasan, bahkan depresi jika terjadi terus-menerus. Yang bikin masalah ini semakin besar adalah sifat internet yang sangat cepat menyebarkan informasi. Sekali sesuatu viral, ribuan orang bisa ikut melihat atau bahkan ikut menyerang.
Bentuk Cyber bullying yang Sering Terjadi
Kadang cyber bullying tidak selalu terlihat jelas. Banyak orang menganggapnya hanya sebagai candaan biasa. Berikut beberapa bentuk yang paling sering terjadi:
1. Komentar Kasar di Media Sosial
Bentuk ini adalah yang paling sering kita lihat. Misalnya menghina penampilan seseorang, mengejek pendapat orang lain atau menyerang seseorang di kolom komentar. Hal seperti ini sering disebut sebagai flamming atau harassment, yaitu serangan verbal yang dilakukan secara online.
2. Mengucilkan Seseorang dari Grup (Exclusion)
Contohnya sengaja mengeluarkan seseorang dari grup chat atau tidak memasukkan ke komunitas digital. Hal ini terlihat sepele tetapi tindakan ini bisa membuat sesorang merasa dikucilkan.
3. Menyebarkan Rahasia Orang Lain (Outing)
Pasti kalian pernah lihat foto seseorang yang dijadikan bahan meme tanpa izin kan? Nah, tindakan seperti ini termasuk ke cyber bullying loh, terutama jika tujuannya untuk mempermalukan orang tersebut di internet.
4. Mengintimidasi Secara Online
Ada juga kasus di mana seseorang secara terus-menerus mengirim pesan ancaman atau komentar negatif. Nah, hal ini disebut sebagai cyberstalking dan termasuk ke dalam bentuk cyber bullying yang lebih serius.
Mengapa banyak orang yang menjadi pelaku tanpa sadar?
Yang menarik, banyak pelaku cyber bullying sebenarnya tidak merasa mereka sedang melakukan perundungan. Ada beberapa alasan kenapa hal ini bisa terjadi:
1. Merasa Itu Hanya Candaan
Kadang kita berpikir, “ Ah ini kan cuma becanda”. Padahal, sesuatu yang menurut kita lucu bisa jadi sangat menyakitkan bagi orang lain. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam becrcanda.
2. Ikut-ikutan Netizen Lainnya
Di internet sudah tidak asing dengan fenomena ini, dimana banyak orang yang ikut menghujat satu sama lain. Karena melihat banyak orang melakukannya, kita merasa hal itu normal.
3. Tidak Melihat Reaksi Korban
Saat kita berbicara secara langsung dengan seseorang, kita bisa melihat ekspresi wajah mereka. Tapi di internet kita hanya melihat layar. Akibatnya empati sering berkurang karena kita tidak benar-benar melihat dampak dari kata-kata kita.
Dampak dari Cyber bullying
Walaupun terjadi di dunia maya, dampaknya bisa sangat nyata bagi korban. Korban cyber bullying sering mengalami kecemasan, rasa tidak percaya diri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Dalam beberapa kasus yang lebih berat, tekanan mental akibat cyber bullying bahkan bisa menyebabkan depresi. Masalahnya, serangan di internet tidak mudah hilang. Komentar atau postingan bisa terus tersebar dan dibaca banyak orang.
Bagaimana Cara Supaya Tidak Jadi Pelaku?
Internet seharusnya jadi tempat untuk berbagi hal positif. Ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan agar tidak menjadi pelaku cyber bullying.
1. Pikirkan Sebelum Menulis
Sebelum mengirim komentar atau posting sesuatu, coba tanya pada diri sendiri “Kalau aku yang menerima komentar ini, apa aku bakal tersinggung?” Kalau jawabannya iya, lebih baik tidak perlu diposting.
2. Belajar Lebih Empati
Di balik setiap akun media sosial ada manusia dengan perasaan. Ingat hal ini sebelum menulis sesuatu di internet. “Jangan Ikut Menyebarkan Kebencian”, kalau melihat seseorang sedang dihujat di internet, kamu tidak harus ikut berkomentar. Kadang tidak ikut memperkeruh situasi sudah menjadi langkah yang sangat baik.
Cyber bullying sering terjadi tanpa kita sadari. Hal yang terlihat seperti candaan bisa berubah menjadi perundungan jika membuat orang lain merasa dipermalukan atau disakiti.
Karena itu, penting untuk lebih sadar dengan apa yang kita tulis dan bagikan di internet.
Hal sederhana seperti berpikir sebelum menulis bisa membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat. Jangan sampai jempol kita justru menjadi senjata yang menyakiti orang lain.